60 Tahun Star Trek Dinilai Hancur Di Tangan Paramount

Ilustrasi USS Enterprise dan logo Star Trek
Ilustrasi USS Enterprise dan logo Star Trek
Tepat 60 tahun sejak penayangan perdananya, serial legendaris Star Trek kini justru dicap sebagai waralaba yang berantakan akibat salah urus oleh Paramount.

Waralaba fiksi ilmiah legendaris "Star Trek" baru saja merayakan hari jadi yang ke-60 tahun sejak pertama kali mengudara di layar kaca NBC. Serial yang dibintangi William Shatner sebagai Kapten James T. Kirk ini dulunya menjadi pionir cerita sci-fi modern dan mendobrak berbagai batasan sosial. Sayangnya, alih-alih merayakan usia senjanya dengan gemilang, para penggemar justru dibuat elus dada melihat kondisi waralaba kesayangan mereka saat ini.

Kritikus musik dan hiburan Johnny Oleksinski secara blak-blakan menyebut Paramount telah salah mengurus "Star Trek" hingga menjadi tontonan yang membosankan dan kehilangan arah. Berbagai serial sempalan yang dirilis di platform streaming dinilai gagal total dan tidak lagi dilirik penonton luas. Bahkan, film layar lebarnya bernasib sama mengenaskannya karena sudah mandek selama satu dekade penuh tanpa kejelasan.

Sejumlah proyek film besar yang sempat diumumkan, mulai dari garapan Quentin Tarantino hingga rencana sekuel lainnya, silih berganti batal diproduksi. Para petinggi Paramount dinilai kerap membuat keputusan keliru dan gagal memahami esensi utama dari daya tarik "Star Trek". Penggemar setia kini hanya bisa bernostalgia dengan era kejayaan masa lalu ketika petualangan USS Enterprise masih terasa megah dan bermakna.

Situasi suram ini membuat banyak pihak meragukan apakah "Star Trek" bisa bangkit kembali dari keterpurukan atau justru akan selamanya tenggelam dalam ketidakjelasan. Dengan kepemimpinan kreatif saat ini yang terus menuai kritik pedas, masa depan perjalanan menembus galaksi ini berada di ujung tanduk. Para fans berharap manajemen baru segera berbenah dan mengembalikan ruh petualangan sejati yang membuat "Star Trek" dicintai jutaan orang.