Fenomena Streamflation, Apple TV Hingga Netflix Naikkan Harga

Ilustrasi layar handphone atau televisi yang menampilkan berbagai aplikasi layanan streaming populer seperti Apple TV dan Netflix.
Ilustrasi layar handphone atau televisi yang menampilkan berbagai aplikasi layanan streaming populer seperti Apple TV dan Netflix.
Fenomena kenaikan tarif atau streamflation melanda industri hiburan global. Apple TV, Netflix, hingga Disney+ kompak menaikkan harga langganan mereka.

Fenomena kenaikan tarif layanan streaming atau yang kerap disebut "streamflation" kini benar-benar dirasakan para penikmat hiburan dunia. Dalam waktu tujuh tahun terakhir, harga langganan Apple TV terpantau melambung hingga tiga kali lipat sejak pertama kali diluncurkan pada 2019.

Berdasarkan data terbaru, Apple TV resmi menaikkan tarifnya menjadi USD 14,99 atau sekitar Rp230 ribu per bulan. Langkah ini diambil hanya berselang satu tahun setelah mereka mengerek harga dari USD 9,99 ke USD 12,99.

Tak hanya Apple TV, raksasa streaming lainnya seperti Netflix, Peacock, Paramount+, hingga Disney+ turut menaikkan tarif mereka tahun ini. Netflix sendiri telah mengumumkan penyesuaian harga besar-besaran untuk berbagai paket berlangganannya sejak bulan Maret lalu.

Kenaikan bertubi-tubi ini sontak memicu kemarahan warganet di media sosial X. Banyak pengguna yang merasa tertipu karena layanan streaming yang awalnya dipromosikan sebagai alternatif pengganti TV kabel yang murah kini justru semakin mahal.